Fenomena Suara yang Menggetarkan
Di suatu sore di pesisir Jawa, satu truk melaju pelan—namun getarannya memaksa kaca jendela bergetar, anjing di pekarangan menahan diri, dan tetangga menutup pintu. Kerumunan tertawa, beberapa orang mengerutkan dahi. Fenomena itu punya nama: sound horeg—dua kata yang menempel kuat pada budaya lokal, tetapi kini juga memicu perdebatan publik dan kajian kesehatan.
Horeg, Bukan Horek — Asal Istilah
Tulisan yang benar populer di media nasional adalah “sound horeg”—dengan huruf g. Kata ini menggabungkan bahasa Inggris sound dan kata Jawa horeg (bergetar/berguncang). Istilah tersebut merujuk pada rangkaian sound system berkapasitas besar yang sengaja menonjolkan frekuensi rendah (bass) untuk menciptakan sensasi getar.
Dari Malang ke Jalanan: Awal Mula Sound Horeg
Akar sound horeg tumbuh kuat di Jawa Timur, terutama Malang dan wilayah sekitarnya. Pada awalnya, sound system besar digunakan sebagai cara memeriahkan hajatan dan karnaval. Lama-kelamaan, operator meningkatkan daya, menumpuk subwoofer, dan merancang “battle sound” yang menarik penonton—dan sekaligus perhatian publik.
Bahaya Frekuensi Rendah dan Volume Ekstrem
Di sinilah problematika muncul. Frekuensi rendah yang diproduksi sound horeg membawa energi fisik yang nyata. Paparan kebisingan berlebih tidak hanya mengganggu kenyamanan—para ahli menegaskan bahwa kebisingan kronis meningkatkan risiko:
- Gangguan tidur
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan kardiovaskular
- Gangguan pendengaran
- Masalah kognitif pada anak
Selain itu, getaran ekstrem dapat berdampak mekanis: mempercepat retak material bangunan, mengguncang perabot, bahkan merusak kaca. Ketika hiburan publik menginjak hak privasi tetangga, konflik sosial pun tak terhindarkan.
Regulasi, Fatwa, dan Ruang Publik yang Berebut
Beberapa organisasi keagamaan dan pemerintah daerah mulai menaruh perhatian. Pedoman dikeluarkan agar penggunaan sound horeg tidak berlebihan. Perdebatan ini memperlihatkan hal penting: kebebasan berekspresi tetap punya batas ketika hak orang lain terganggu.
Solusi Teknologi dan Etika Tata Suara
Di titik inilah seni bertemu sains. Suara yang “hidup” tidak mesti menghancurkan. Dengan desain akustik yang tepat, perancangan lini frekuensi, penempatan subwoofer yang bijak, dan pengaturan level tekanan suara (SPL) sesuai standar kesehatan, kita bisa menciptakan pengalaman audio yang memuaskan tanpa melukai telinga atau rumah tetangga.
Dan di sinilah peran profesional audio dibutuhkan. Mengatur suara bukan sekadar soal seberapa kencang, tapi bagaimana energi akustik diarahkan, diatur, dan dikontrol. Setiap detail—mulai dari komunikasi tim di lapangan, hingga desain sistem audio yang presisi—menentukan apakah sebuah acara meninggalkan kesan baik atau justru masalah baru.
PenataSuara.id: Solusi Audio & Komunikasi Profesional untuk Acara Anda
Di PenataSuara.id, kami menghadirkan peran profesional audio dengan pendekatan presisi. Bukan hanya soal dentuman, tapi bagaimana keseluruhan pengalaman audio berjalan mulus.
Layanan kami mencakup:
- Jasa Man Power Audio (System Engineer, Sound Engineer, Mixing Engineer & tenaga audio berpengalaman)
- Jasa Instalasi Audio System dari perancangan hingga implementasi (background music kafe, ruang meeting, karaoke, rumah ibadah, studio musik, dan lainnya)
- Sewa HT VHF & UHF (WLAN KDC 100, KDC-1, Icom V80)
- Sewa Wireless Intercom (Clearcom HME DX300, Eartec, Hollyland C1 Pro)
Kami percaya suara harus terasa—jernih, solid, dan menyatu dengan suasana.
Merayakan Suara, Menahan Dentuman
Sound Horeg lahir dari kreativitas dan budaya komunitas. Namun tanpa kontrol teknis dan tanggung jawab sosial, kreativitas itu bisa berubah jadi ancaman. PenataSuara.id hadir di titik keseimbangan itu—merayakan seni suara, sambil menahan dentuman yang merusak. Karena suara terbaik bukan hanya yang terdengar keras, tapi yang membuat suasana hidup.


